Sabtu, 05 Desember 2015

INFO KITA 7-13 DESEMBER

INFO KITA

WORSHIP

·   IBADAH WANITA BETHEL
Jumat 11-12-2015: Jam 17.00 WIB
Di Ibu Harti RUSUN A. FT: Ibu Ruth
·   IBADAH YOUTH JEANS
Sabtu 12-12-2015, jam 17.00 WIB
Di PASTORI. FT Bp Lukas
·   GEREJA ANAK PANGELAH
Minggu 13-12-2015, Jam 08.00 WIB
FT: Bp Albert, Musik: Josean


WE PRAY, WE RESTORE
·   MENARA DOA KOTA
Senin 7-12-2015 jam 20.00 WIB
YMM Ministry
·   PD NEHEMIA
Rabu 9-12-2015 Jam 18.30
Di Kel Bp Supriyanto RUSUN A. FT Bp Imam
·   DOA FAJAR
Sabtu 12-12-2015 Jam 04.00
Di HOPE Chapel Pendoa: Sdr Apris

SATELIT CUMI CUMI
Minggu 13 Desember  2015 Jam 17.00
FT: Ps Rudy, P: Frans.  M: Bp Lukas

SOSIAL MEDIA GEREJA
Shalom HOPE Family, untuk meningkatkan kehidupan kerohanian Jemaat, Multi Media gereja kita terus menambahkan SOSMED untuk jemaat bisa bergabung, mulai bulan ini jemaat bisa mengikuti kegiatan gereja kita dan mendapatkan Renungan Harian di :
WA – LINE : 0888 0252 8063
BBM Chanel PIN C002BC8F9

DUKUNG DOA AKSI SOSIAL NATAL 2015
PENJUALAN SEMBAKO MURAH
 20 DESEMBER 2015



IBADAH RAYA TUTUP TAHUN
ANNOINTING WORSHIP
Ibadah Raya Tutup Tahun disertai dengan Perjamuan Suci dan Pengurapan;
Kamis 31 Desember 2015 Jam 22.00 WIB

PEMBEKALAN PENGURUS
Pembekalan Pengurus, pemantapan Program dan Visi Misi 2016, “MENJADI GENERASI TERANG DAN GARAM DUNIA”, dilaksakan pada :
14 Desember,  Doa bersama Di MDK Kota Semarang
15-17 Desember di Gereja Jam 18.30 WIB

N A T A L
ENGKAU ADA BERSAMAKU
Ibadah Natal kita Tahun ini adalah Ibadah Natal Misi untuk  menjangkau dan memenangkan jiwa bagi Kemuliaan Kristus. Mari HOPE FAMILY ajak saudara kita yang belum mengenal Tuhan Yesus, pada :

Jumat 25 Desember 2015 Jam 17.00 WIB
Di Rumah Makan ‘SATE HOUSE’ Jl Imam Bonjol
UNDANGAN BISA DIAMBIL TGL 13 DESEMBER
DI Bp Sujianto

CARA MENJADI PEMENANG



CARA MENJADI PEMENANG

Kehausan akan Tuhan menentukan terjadinya mujizat, sebab kerinduan akan Tuhan membuat hadirat Tuhan merubah nasib kita. Jika kita ingin mengalami Tuhan hari ini, rindukan kehadiranNya sehingga Dia merubah kehidupan kita.
Roma 8:37 mengatakan bahwa, kita diciptakan lebih dari pemenang. Hal ini menjelaskan bahwa segala sesuatu yang merupakan persoalan bagi kita, yang ‘tidak mungkin’ adalah mungkin bagi Allah melalui kematian Putra-Nya di kayu salib. Bagian Tuhan adalah melakukan mujizatNya dalam kehidupan kita, sementara bagian kita adalah mengucap syukur dan bersuka cita.
Filipi 3:10 mengatakan, “Yang kukehendaki ialah mengenal Dia dan kuasa kebangkitan-Nya dan persekutuan dalam penderitaan-Nya, di mana aku menjadi serupa dengan Dia dalam kematian-Nya” Kata ‘mengenal’ terambil dari kata ‘Epiginosko’ yang berarti mengenal Tuhan lewat penyembahan kepada Tuhan (broken humility), selain itu juga berarti ‘berjumpa dengan Tuhan lewat persoalan’. Oleh sebab itu kita tidak boleh meyerah terhadap persoalan, karena semakin besar persoalan berarti semakin besar mujizat yang akan terjadi. Haleluya!
Untuk itu, kita perlu mengetahui kunci untuk dapat menjadi ‘lebih dari pemenang’ atas seluruh persoalan-persoalan kita. Kuncinya adalah sebagai berikut;

Mengenal diri kita:
Ada tiga pertanyaan penting mengenai diri kita yang perlu di jawab;
Who am I (Siapakah aku); What Am I Doing (Apa yang aku lakukan); dan Where Am I Going (Ke mana aku akan pergi). Apabila kita dapat menjawab ketiga pertanyaan ini, maka otomatis kita memiliki tujuan hidup. Yang perlu kita miliki adalah tujuan hidup yang jelas. Ketika kita tahu mengenai diri dan tujuan hidup kita, maka kita akan percaya dan memiliki iman serta sanggup bersuka cita oleh karena Yesus dalam diri kita. Saat kita dapat bersuka cita atas hadirat Tuhan, maka mujizatpun terjadi. Sama halnya seperti ketika Paulus dan Silas bersuka cita, dan pintu penjara pun terbuka. Mujizatpun terjadi!!!




Mengenal musuh kita:
Musuh kita adalah iblis, bukan orang-orang di sekitar kita yang menjengkelkan. Kabar baiknya adalah, Iblis sudah dikalahkan di bawah kaki Yesus, dua ribu tahun lalu. Itu berarti Iblis sudah tidak memiliki kuasa sama sekali. Jadi, jangan takut terhadap Iblis karena ia sudah tidak memiliki kuasa lagi. Yakobus 4:7 berkata, “Karena itu tunduklah kepada Allah, dan lawanlah Iblis, maka ia akan lari dari padamu!

Mengenal Tuhan:
Yesaya 9:5 berkata, “Sebab seorang anak telah lahir untuk kita, seorang putera telah diberikan untuk kita; lambang pemerintahan ada di atas bahunya, dan namanya disebutkan orang: Penasihat Ajaib, Allah yang Perkasa, Bapa yang Kekal, Raja Damai.”
Beda pemenang dan pecundang itu tipis, seorang pecundang melihat persoalan itu besar dan Tuhan menjadi kecil. Sementara seorang pemenang melihat Tuhan jauh lebih besar dari persoalannya. Rahasia menjadi pemenang adalah melihat Tuhan kita jauh lebih besar daripada persoalan kita. Tidak ada satupun persoalan yang tidak dapat diselesaikan oleh Tuhan. Tuhan juga memiliki ‘nature of God’ atau sifat dasar Tuhan yang tidak bisa berubah, yaitu mengubah yang mustahil menjadi mungkin (from impossible to possible). Lukas 1:37 berkat, “Sebab bagi Allah tidak ada yang mustahil.” Selain itu, sifat dasar Tuhan dapat mengubah kita dari nol menjadi pahlawan (from zero to hero).

Mari bangkit dan menang atas persoalan hidup kita. Kita diciptakan lebih dari pemenang. Jangan menyerah dengan keadaaan ataupun persoalan sebab persoalan adalah ‘undangan untuk bertemu mujizat Tuhan’. Yakin bahwa Tuhan kita jauh lebih besar dari persoalan dan masalah kita. Tetap mengucap syukur dan bersuka cita, maka mujizat itu pasti akan terjadi dalam kehidupan kita. Amin!

Sabtu, 24 Oktober 2015

3 SYARAT MENJADI UTUSAN KRISTUS :RELA, TERPUJI & TERUJI

kotbah Minggu 18 Oktober 2015



3 SYARAT MENJADI UTUSAN KRISTUS :RELA, TERPUJI & TERUJI
Nats : 2 Kor 8: 16-24


Paulus, dalam surat ini meminta supaya jemaat Korintus turut ambil bagian dalam pelayanan kasih dengan memberi bantuan khususnya untuk pelayanan yang sedang membutuhkan yaitu di Yerusalem.Untuk tujuan ini, Paulus menulis surat sekaligus mengutus Titus dan dua orang lainnya bersama dengan dia. Ayat 16 menyebutkan bahwa Titus (dan tentu kedua orang yang
bersama dia) diutus untuk membantu jemaat Korintus. Oleh karena itu tujuan mereka diutus bukan semata-mata untuk mengumpulkan uang bagi pelayanan di Yerusalem tetapi juga membantu jemaat itu, walau tidak spesifik disebutkan wujud bantuan itu. Keputusan untuk mengutus Titus dan dua orang lainnya untuk pekerjaan Tuhan ini pastilah bukan keputusan yang asal-asalan melainkan dengan pergumulan dan berbagai pertimbangan.

Apa kelebihan mereka sehingga mereka dapat menjadi utusan Kristus dan dipakai Tuhan dengan luar biasa ?

1. Rela/Sukarela (ayat 17).
Titus menerima tugas ini dengan kerelaan hati. Meskipun Paulus dan yang lain menganjurkan, tetapi dia melakukannya karena kerelaan hatinya. Sukarela berkaitan dengan “ketulusan” atau “keiklasan”,sedangkan antonimnya adalah “terpaksa”. Kerelaan akan berdampak hasil yang sangat baik karena seseorang yang relahati itu akan menikmati setiap apa yang dia kerjakan. Kerelaan akan menghasilkan sebuah kekuatan sehingga tidak akan menimbulkan sungut-sungut.

Dalam hal memberi, kerelaan dihubungkan dengan sukacita. Dan orang yang memberi dengan sukacita dikasih oleh Tuhan. Dan untuk itu Tuhan sanggup melimpahkan segala kasih karunia. (Bd 2 Kor. 9:7). Apapun yang kita kerjakan dengan relahati untuk pekerjaan Tuhan,
maka Allah berkenan atas pekerjaan itu. Dan Allah sanggup melimpahkan segala kasih karunianya kepada kita.

2. Terpuji karena pekerjaannya (ayat 18)
Orang pertama yang diutus bersama Titus adalah orang yang ditunjuk oleh jemaat-jemaat karena ia terpuji dalam pekerjaan pemberitaan Injil. Ketika seseorang dipuji dalam pekerjaannya, pastilah karena pekerjaan itu memberi dampak (hasil) yang luar biasa. Hasil yang luar biasa didapat karena dikerjakan dengan luar biasa pula, penuh dedikasi dan
tanggungjawab. Dalam hal ini pengutusan atas orang ini terjadi karena pertimbangan pekerjaannya yang terpuji.Seseorang yang terpuji dalam pekerjaan-pekerjaannya akan selalu
mendapat perhatian khalayak dan dipertimbangkan untuk dipercayakan suatu tanggungjawab yang lebih besar. Demikian halnya dalam bekerja di ladang Tuhan, sebab setia dalam perkara kecil maka kepadanya akan dipercayakan perkara yang besar.

3. Teruji Komitmennya (Ayat 22)
Orang kedua yang diutus bersama Titus adalah orang sebelumnya telah beberapa kali diuji oleh Rasul Paulus dan orang-orang yang bersama dia tentang perbuatannya. Mereka mendapati bahwa orang ini selalu berusaha untuk membantu. Bila orang ini “selalu berusaha” artinya dia berkomitment untuk selalu membantu. Teruji berarti kuat, tahan banting, tahan godaan. Orang yang teruji akan tetap konsisten berusaha melakukan yang terbaik. Orang yang berkomitmen akan berkata: “sekali Yesus tetap Yesus”, “Sekali setia tetap setia”, “sekali merdeka tetap merdeka”. Dia akan konsisten terhadap apa yang dikomitmenkan. Paulus sendiri adalah contoh orang yang mempunyai komitmen yang kuat terhadap panggilannya. Ia tetap setia dalam iman dan pekerjaan pelayanan  meskipun banyak tantangan yang dihadapinya.Kerelaan hati, terpuji dalam pekerjaan-pekerjaan baik, dan komitmen yang teruji adalah 3 hal yang penting untuk kita miliki, agar kita “diutus” (dipercayakan) untuk melakukan pekerjaan-pekerjaan besar untuk kemuliaan Tuhan.