Sabtu, 22 Agustus 2015

WARTA JEMAAT MINGGU 23 AGUSTUS 2015


INFO KITA


PERSEDO  NEHEMIA
Gabung doa ucapan Syukur HUT Gereja

SMK
Kelas SMK “Berjalan dalam Perjanjian Tuhan”, Wilayah Tlogosari, Muktiharjo, Kaligawe, Supriyadi :
Kamis 27 Agustus 2015 Jam 19.00
Di Kel. Bp Bayu Legowo

WE PRAY, WE RESTORE
Sabtu 29  Agustus 2015 Jam 04.00
Di Gereja
Pendoa: Bp Lukas

YOUTH JEANS
Sabtu 29  Agustus 2015 Jam 17.00
Di Lt 3 HFCC Center
FT: Adr Apris, P: Hana, M: Aan

SATELIT CUMI CUMI
Minggu 31 Agustus 2015 Jam 17.00
Gabung Ibadah Syukur HUT Gereja


HAPY DAY

HUT GEREJA
 “MATURE”
DOA SYUKUR 28 AGUSTUS JAM 18.00
IBADAH SYUKUR 30 AGUSTUS JAM 17.00

DUKUNG DOA :
1.       UNTUK PEMBANGUNAN SATELIT CUMI – CUMI
2.       HUT GEREJA
3.       PERTUMBUHAN IMAN JEMAAT
4.       PERTAMBAHAN JIWA
5.       RD KE JOGJA 14 OKTOBER
6.       KINERJA PELAYANAN PENGURUS
7.       PILKADA DESEMBER 2015

Jumat, 21 Agustus 2015

CARA HIDUP KITA YANG MENENTUKAN



WBI HFCC 21 AGUSTUS 2015

CARA HIDUP KITA YANG MENENTUKAN

Apa yang ada dalam benak pikiran kita bila mendengar kata “SURGA”. Apa yang Allah kerjakan dalam hidup kita itu telah dirancang untuk menyesuaikan kita untuk hidup disurga, bukan hanya menyesuaikan kita didunia ini. Seperti Abraham berkata: “Sebab di bumi tidak ada tempat tinggal yang kekal untuk kita; kita mencari tempat tinggal yang akan datang”.BIS(Ibr 13:14), R Paulus juga menekankan “Tetapi kita adalah warga negara surga. Dari situlah juga Raja Penyelamat kita, Tuhan Yesus Kristus, akan datang. Dialah yang kita nanti-nantikan dengan rindu”  BIS (Fil 3:20).Tuhan Yesus juga mengajarkan kita untuk “Tetapi kumpulkanlah bagimu harta di sorga; di sorga ngengat dan karat tidak merusakkannya dan pencuri tidak membongkar serta mencurinya” (Mat 6:20) MENGAPA ? “Karena di mana hartamu berada, di situ juga hatimu berada.(ay 21). Tuhan mengajarkan kita untuk mengarahkan hati kita ke Surga, untuk merindukan kemuliaan disurga dan diatas segalanya. Karena itu, kalau kamu dibangkitkan bersama dengan Kristus,  carilah perkara yang di atas (SORGA), di mana Kristus ada, duduk di sebelah kanan Allah’ (kol 3:1)

HIDUP ITU SINGKAT, HARI HARI BERLALU DENGAN CEPAT, KITA CEPAT MENJADI TUA, KEMUDIAN KITA MATI


AREA KEHIDUPAN YANG AKAN DIUJI

1.     ALASAN, PIKIRAN DAN PERBUATAN KITA
Yeremia 17:10 BIS, “Aku, TUHAN, menyelidiki hati, batin manusia Kuuji. Setiap orang akan Kubalas menurut tingkah lakunya, dan Kuperlakukan sesuai dengan perbuatannya”

2.      PERKATAAN KITA
Matius 12:36 “Tetapi Aku berkata kepadamu: Setiap kata sia-sia yang diucapkan orang harus dipertanggungjawabkannya pada hari penghakiman”

3.     PERLAKUAN KITA KEPADA ORANG LAIN
Matius 10:41 Barangsiapa menyambut seorang nabi sebagai nabi, ia akan menerima upah nabi, dan barangsiapa menyambut seorang benar  sebagai orang benar, ia akan menerima upah orang benar. 10:42 Dan barangsiapa memberi air sejuk secangkir sajapun kepada salah seorang yang kecil ini, karena ia murid-Ku, Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya ia tidak akan kehilangan upahnya dari padanya."

4.     CARA KITA MENGGUNAKAN DAN ATAU MENANGGAPI OTORITAS KEROHANIAN
Ibr 13:17 “Taatilah pemimpin-pemimpinmu dan tunduklah kepada mereka, sebab mereka berjaga-jaga atas jiwamu, sebagai orang-orang yang harus bertanggung jawab atasnya. Dengan jalan itu mereka akan melakukannya dengan gembira, bukan dengan keluh kesah, sebab hal itu tidak akan membawa keuntungan bagimu.”

5.     UPAYA PEKABARAN INJIL YANG KITA LAKUKAN
1 Tes 2:19 BIS Sungguh kalianlah harapan dan kegembiraan kami. Sebab nanti kalau Tuhan Yesus datang, dan kita menghadap-Nya, maka kalianlah yang akan menjadi kebanggaan kami!

6.     CARA KITA MENGGUNAKAN UANG
1 Tim 6:17 Peringatkanlah kepada orang-orang kaya di dunia ini agar mereka jangan tinggi hati dan jangan berharap pada sesuatu yang tak tentu seperti kekayaan, melainkan pada Allahyang dalam kekayaan-Nya memberikan kepada kita segala sesuatu untuk dinikmati. 6:18 Peringatkanlah agar mereka itu berbuat baik, menjadi kaya dalam kebajikan,  suka memberi dan membagi  6:19 dan dengan demikian mengumpulkan suatu harta sebagai dasar yang baik bagi dirinya di waktu yang akan datang untuk mencapai hidup yang sebenarnya.

7.     KERELAAN DIRI KITA UNTUK  MENDERITA BAGI KRISTUS
Matius 5:11 Berbahagialah kamu, jika karena Aku kamu dicela dan dianiaya dan kepadamu difitnahkan segala yang jahat. 5:12 Bersukacita dan bergembiralah, karena upahmu besar di sorga, sebab demikian juga telah dianiaya nabi-nabi yang sebelum kamu.

8.     PELAYANAN KITA
a.     Muatan: baik atau buruk? Bermanfaat atau tidak? (2 Kor 5:10 BIS Sebab pasti kita semua akan diajukan ke depan pengadilan Kristus, dan masing-masing akan mendapat balasan setimpal dengan perbuatannya di dunia ini--perbuatan baik ataupun jahat.)
b.     Motivasi: Untuk menyenangkan hati Tuhan atau manusia? (Mat 6:1 BIS, Ingatlah, jangan kalian melakukan kewajiban agama di depan umum supaya dilihat orang. Kalau kalian berbuat begitu, kalian tidak akan diberi upah oleh Bapamu di surga.)
c.     Sumber: Kekuatan-Nya atau kekuatan kita? (Yoh 15:5 BIS, Akulah pohon anggur, dan kalian cabang-cabangnya. Orang yang tetap bersatu dengan Aku dan Aku dengan dia, akan berbuah banyak; sebab tanpa Aku, kalian tak dapat berbuat apa-apa.)
d.     Kesetian: menyenangkan atau mahal? (1 Kor 4:2, Yang pertama-tama dituntut dari pelayan yang demikian adalah bahwa ia setia kepada tuannya.)
e.     Kualitas: Bertobat surgawai apa duniawi? (Mat 6:19"Janganlah kamu mengumpulkan harta di bumi;  di bumi ngengat dan karat merusakkannya  dan pencuri membongkar serta mencurinya. 6:20 Tetapi kumpulkanlah bagimu harta di sorga;  di sorga ngengat dan karat tidak merusakkannya dan pencuri tidak membongkar serta mencurinya)
f.      Proporsi: Secara habis-habisan atau setengah-setengah? (Luk12:48 BIS Tetapi pelayan yang tidak tahu kemauan tuannya, kemudian melakukan sesuatu yang salah sehingga harus dicambuk, akan dicambuk dengan ringan saja. Sebab orang yang sudah diberi banyak, daripadanya akan dituntut banyak juga. Dan orang yang sudah dipercayakan banyak, daripadanya akan dituntut banyak pula.")

9.     TINGKAT PARTISIPASI KITA DALAM PERSEKUTUAN DAN IBADAH GEREJA
Ibrani 10:25 Janganlah kita menjauhkan diri dari pertemuan-pertemuan ibadah kita,  seperti dibiasakan oleh beberapa orang, tetapi marilah kita saling menasihati, dan semakin giat melakukannya menjelang hari Tuhan yang mendekat

Minggu, 16 Agustus 2015

Sikap GBI Terhadap LGBT

Sikap GBI Terhadap LGBT

Sikap GBI Terhadap Isu LGBT (Lesbian, Gay, Bisexual, Transgender). Menyikapi maraknya dukungan terhadap LGBT (Lesbian, Gay, Bisexual, Transgender) dan pernikahan sesame jenis yang baru saja dilegalkan Mahkamah Agung Amerika-Serikat (26 Juni 2015), maka dalam pertemuan Forum Teolog GBI (Selasa, 30/6) ditegaskan bahwa pada prinsipnya GBI menyatakan kami setuju dengan apa yang disetujui oleh Tuhan Yesus Kristus dan Firman-Nya,dan menolak apa yang ditolak oleh Tuhan dan Firman-Nya.


Alkitab (PL dan PB) menyatakan sikap yang jelas mengenai homoseksual dan memandangnya sebagai dosa.“Janganlah engkau tidur dengan laki-laki secara orang bersetubuh dengan perempuan, karena itu suatu kekejian” (Im. 18:22).“ …sebab isteri-isteri mereka menggantikan persetubuhan yang wajar dengan yang tidak wajar, demikianlah suami-suami meninggalkan persetubuhan yang wajar dengan isteri mereka … sehingga melakukan kemesuman, laki-laki dengan laki-laki …” (Roma 1:26-27).


Ada tiga pandangan tentang homoseksual: Pertama, Ada orang yang lahir sebagai homoseks (gay atau lesbian). Jika ini benar maka pihak yang disalahkan adalah Tuhan.Sama halnya dengan orang yang berpikir bahwa dia “terperangkap” dalam tubuh yang salah dan perlu melakukan transgender (misalnya secara jasmani dia adalah laki-laki tapi merasa bahwa dia adalah perempuan, atau sebaliknya)maka yang disalahkan adalah Tuhan yang dianggap menciptakannya secara keliru.


Kedua, Ada yang menganggap homoseks adalah penyakit. Jika ini benar maka bilamana dia tidak sembuh maka pihak yang disalahkan adalah orang lain (dokter, psikiater).


Ketiga, Homoseks adalah dosa, maka orang yang bersangkutan harus bertanggung-jawab secara moral dan dia harus bertobat untuk mengalami transformasi hidup. Alkitab memandang bukan hanya perilaku, bahkan pikiran dan hasrat homoseks pun sudah berdosa (Bnd. Mat. 5:27-28). Yesus adalah sahabat orang berdosa (Luk. 7:34) tapi Dia tidak berdosa.Yesus mengasihi orang berdosa tapi membenci dosa.Yesus berkuasa untuk melepaskan orang dari dosa!.


Karena itu gereja pun harus mengasihi orang homoseks tapi membenci perbuatan dosanya. Wujud kasih gereja kepada kaum homoseks bukan dengan memandang perilaku itu legal berdasarkan hak azas imanusia, namun justru harus menolong mereka keluar dari perbuatan dosa itu, sesuai I Kor. 6:9-11“ …banci, orang pemburit … tidak akan mendapat bagian dalam Kerajaan Allah. Dan beberapa orang di antara kamu demikianlah dahulu.Tetapi kamu telah memberi dirimu disucikan, kamu telah dikuduskan, kamu telah dibenarkan  dalam nama Tuhan Yesus Kristus dan dalam Roh Allah kita.”


GBI juga menolak perkawinan sejenis, karena pembuat hukum perkawinan itu adalah Allah Pencipta, yang harus ditaati oleh manusiaciptaan-Nya.Allah menciptakan manusia menurut gambar-Nya sebagai laki-laki dan perempuan (Kej. 1:27), ini ditegaskan ulang oleh Yesus ketika berbicara tentang perkawinan (Mat. 19:4-6).Manusia tidak dapat membatalkan ketetapan Allah itu berdasarkan voting suara terbanyak.Pernikahan Kristen itu bersifat monogami, seumur hidup dan heteroseksual.


Dengan demikian,  GBI menolak hubungan dan perkawinan homoseksual ataupun biseksual.Gereja seharusnya tidak melibatkan kaum LGBT dalam pelayanan mimbar gereja, dan GBI menolak mentahbiskan kaum LGBT menjadi pejabat di lingkungan Sinode GBI, baik sebagai Pdp, Pdm, Pdt. Badan Pekerja Harian GBI juga mengeluarkan dokumen resmi mengenai pernyataan sikap tersebut.Kiranya hal ini dapat dipedomani oleh seluruh pejabat dan jemaat GBI. [Pdt. Dr. Rubin Adi Abraham-Ketua Teologi dan Pendidikan BPH GBI]

Radical Grace = Hyper Grace

Radical Grace = Hyper Grace

Saat ini sebagian gereja-gereja di Indonesia “heboh” soal pengajaran (baru) tentang Hyper Grace. Berbagai diskusi, seminar mulai digelar untuk membicarakan, menelaah apa isi ajaran ini. Redaksi menerima artikel yang bertajuk “Radical Grace adalah Hyper Grace” karya Pdt.Nicodemus Yuliastomo. M.Th, Gembala GBI HOPE Makassar-Sulawesi Selatan. Ia pernah menyajikan tema ini dalam bentuk makalah pada acara fellowship para pelayan Tuhan GBI Perwil Makassar, Sulawesi-Selatan (Senen, 3/8). Selamat Membaca !.


Saat ini kita hidup di suatu era dimana dunia terus berupaya menyajikan kemudahan,kenyamanan, kepuasan dan ketentraman bagi manusia. Pada saat yang sama, di dunia rohani telah berkembang suatu ajaran yang sama dengan karakter tersebut.


APA ITU RADICAL GRACE/HYPER GRACE ?.“Radical Grace” ajaran kasih karunia yang mudah dicerna dan diterima logika, memberi memotivasi dan inspirasi, berpandangan positif dengan menghindari segala hal negatif yang bersifat memberatkan, menyengsarakan, menuduh, menghakimi dan menuntut seseorang. Bagi jemaat awam tentu pengajaran ini mudah memikat mereka.


SIAPA TOKOH RADICAL GRAGE/HYPER GRACE?. Ajaran “kasih karunia” yang biasa disebut “Grace Revolution, Gospel Revolusion atau pun Radical Grace “, dikembangkan dan dipopulerkan oleh Joseph Prince, Gembala Senior di New Creation Church, Singapura.


REFERENSI KEPENULISAN. Buku “Destined to Reign” (Ditakdirkan untuk Berkuasa) menjadi acuan artikel ini adalah salah satu bukunya yang terkenal membahas pemahaman tersebut. Pada saat buku ini ditulis tahun 2007 jumlah jemaatnya mencapai sekitar 19.000-an jiwa , sekarang diperkirakan mencapai 30.000-an jiwa.


Sedangkan “Hyper Grace” adalah meminjam istilah yang dimunculkan oleh Dr Michael Brown dalam bukunya “Hyper-Grace: Exposing the Dangers of the Modern Grace Message (2014).” Buku ini menanggapi dan mengkritik ajaran kasih karunia “Grace Revolution“ yang menurutnya kacau, melebihi dan melenceng dari apa yang diajarkan oleh Alkitab. (Tulisan ini disajikan secara populer dan tidak membahas secara khusus buku Dr.Michael Brown).


A. AJARAN RADICAL GRACE/HYPER GRACE. Secara keseluruhan “radical grace “ yang banyak diurai dalam buku “Destined to Reign” (sebagai kutipan selanjutnya di singkat DTR) membahas tentang “keselamatan adalah kasih karunia dan dampak kasih karunia bagi kehidupan orang percaya” dengan muatan-muatan ajaran sebagai berikut :


1.Kasih karunia bersifat semua dan selamanya.Konsep dasar kasih karunia “radical grace“ di dasarkan pada kata “segala dan selama-lamanya“ yang ada di Kolose 2:13 dan Ibrani 10:14. Kolose 2:13 Kamu juga, meskipun dahulu mati oleh pelanggaranmu dan oleh karena tidak disunat secara lahiriah, telah dihidupkan Allah bersama-sama dengan Dia, sesudah Ia mengampuni segala pelanggaran kita. Ibrani 10:14 Sebab oleh satu korban saja Ia telah menyempurnakan untuk selama-lamanya mereka yang Ia kuduskan.


Berdasarkan ayat-ayat itu, “radical grace“ mengajarkan bahwa kasih karunia bagi penebusan dosa bersifat semua dan selamanya, yang berarti setiap orang yang percaya kepada Tuhan Yesus, maka semua dosanya sudah diampuni. Baik dosa keturunan, dosa yang diperbuat di masa lalu, dosa yang diperbuatnya saat ini dan dosa yang belum diperbuatnya di masa akan datang.


AJARAN JOSEPH PRINCE TENTANG DOSA. Joseph Prince mengatakan,” Semua dosa anda – di masa lalu, masa kini, dan masa depan – sudah dibasuh oleh darah-Nya yang kudus. Anda sepenuhnya diampuni saat Anda menerima Yesus ke dalam hidup Anda. Anda tidak pernah lagi dianggap bertanggung jawab atas dosa-dosa Anda. Anda telah dibenarkan sama seperti Yesus bukan karena tingkah laku Anda sendiri, melainkan iman kepada-Nya dan karya-Nya yang sempurna di kayu salib (DTR, hal.2.).”


Melalui konsep dasar ini kemudian dibangunlah pemahaman-pemahaman lain yang sebenarnya juga lahir atau merupakan konsekuensi logis dari apa yang diyakininya tersebut :


a.Orang percaya tidak perlu bertanggungjawab dan minta ampun atas dosanya sekarang.Ajaran “radical grace “ menyebutkan bahwa orang percaya tidak perlu lagi bertanggung jawab atas dosa-dosanya yang diperbuatnya sekarang dan meminta ampun karena secara otomatis sudah diampuni, ”Kita tidak perlu mengakui dosa-dosa kita supaya kita diampuni.


Kita mengakui dosa-dosa kita karena kita sudah diampuni. Jika saya mengatakan “ mengakui dosa-dosa kita “, saya sedang berbicara tentang bersikap terbuka kepada Tuhan. Saya tidak pergi ke hadirat-Nya untuk memohon pengampunan. Tidak, berbicara kepada-Nya karena saya mengetahui bahwa saya sudah diampuni ( DTR, hal.101-102).”


b .Orang percaya tidak perlu mengoreksi diri atas dosanya.Orang percaya juga tidak perlu mengoreksi diri, menyadari dosanya, bahkan kalau ada suara hati dan pikiran yang menunjukkan dosanya, itu dianggap suara dari iblis, karena dosa orang percaya sudah diampuni. Joseph Prince mengajarkan,”Strategi iblis adalah membuat Anda merasa tidak layak untuk memasuki hadirat Tuhan.


Ia akan membanjiri Anda dengan pemikiran-pemikiran penghakiman dengan menuduh Anda tidak layak karena mempunyai pikiran-pikiran yang salah atau mengatakan kata-kata kasar terhadap seseorang. Ia akan memberikan Anda 1001 macam alasan mengapa Anda tidak layak untuk menerima berkat-berkat Tuhan. Namun, sebenarnya apa pun perasaan salah Anda atau kebiasaan buruk yang telah menundukkan Anda, darah Yesus menjaga Anda tetap bersih. Darah Yesus membuat Anda layak mempunyai akses terus-menerus kepada Tuhan Yang Mahatinggi. Karena Anda berada di bawah air terjun pengampunan ini, setiap doa yang Anda panjatkan sangat bermanfaat (DTR, hal.112).”


c. Roh Kudus tidak pernah menegur orang percaya.Pengajaran “radical grace “ menyebutkan bahwa,” Roh Kudus tidak pernah menegur anda tentang dosa-dosa anda. Ia tidak pernah menunjukkan kesalahan anda. Saya menantang anda untuk menemukan ayat dalam Alkitab yang memberitahukan Anda bahwa Roh Kudus telah menegur tentang dosa-dosa Anda. Anda tidak akan pernah menemukannya ! (DTR,hal. 132)”.


d.Orang percaya tidak bisa melakukan dosa yang tidak bisa diampuni.“Radical grace “ mengajarkan bahwa orang percaya tidak bisa melakukan apa yang disebut dosa yang tidak bisa diampuni, karena semua dosanya sudah diampuni,”Perkenankan saya menyatakan sekali dan untuk selamanya bahwa tidak ada dosa yang dilakukan orang Kristen yang tidak dapat diampuni. Saat anda mengerti mengapa Tuhan mengutus Roh Kudus, Anda akan menyadari bahwa dosa yang tidak dapat diampuni adalah menolak Yesus secara konsisten ! (DTR, hal.89). Karena itu menghujat Roh Kudus berarti secara konsisten menolak pribadi Kristus yang Roh Kudus saksikan (DTR.hal.89).”


2.Kasih karunia adalah pribadi Yesus sendiri.Menurut pengajaran “radical grace “ kasih karunia itu adalah pribadi yaitu Tuhan Yesus sendiri,” Kasih karunia bukan suatu teologi. Itu bukan suatu topik yang dibicarakan. Itu bukan suatu dokrin. Itu adalah suatu Pribadi dan nama-Nya adalah Yesus. Itulah sebabnya Tuhan ingin anda menerima kelimpahan kasih karunia karena mempunyai kelimpahan kasih karunia adalah mempunyai kelimpahan Yesus ! (DTR, hal.24).”


3.Kasih karunia itu dimulai dari ketika Tuhan Yesus disalib.Bagi kaum “radical grace“ kasih karunia itu dimulai dari ketika Tuhan Yesus di salib,” Mereka tidak menyadari bahkan beberapa perkataan yang Yesus ucapkan dalam keempat Injil adalah bagian dari Perjanjian Lama. Semua itu diucapkan sebelum salib. Perjanjian Baru dimulai baru setelah salib, saat Roh Kudus dicurahkan pada hari Pentakosta ( DTR, hal.90).”


4. Iman tidak timbul hanya dari mendengarkan Firman Tuhan.Mengenai iman timbul dari mendengarkan Firman Tuhan, Radikal Grace meyakini bahwa,” Iman tidak timbul hanya dari mendengarkan Firman Tuhan karena Firman Tuhan akan meliputi segala sesuatu dalam Alkitab, termasuk hukum Taurat Musa.


Tidak ada pemberian iman saat anda mendengarkan Sepuluh Perintah Allah diberitakan. Iman timbul hanya dari mendengarkan Firman Kristus. Ini tidak berarti bahwa anda seharusnya hanya mendengarkan khotbah dari bagian-bagian Alkitab anda yang ditulis dengan huruf berwarna merah, yang menandakan bahwa Yesuslah yang mengucapkannya.


Lagi pula, menuliskan apa yang Yesus ucapkan dalam Alkitab dengan huruf merah hanyalah kebiasaan manusia. Mendengarkan Firman Kristus adalah mendengarkan pemberitaan dan pengajaran yang telah disaring melalui Perjanjian Baru kasih karunia dan karya Yesus yang sempurna (DTR, hal. 73).”


.5.Segala sesuatu harus baik. Allah itu baik, maka segala sesuatu yang berasal dari-Nya tidak ada kesan yang tidak baik,“ Salah satu ajaran paling jahat yang pernah saya dengar adalah bahwa Tuhan akan mendidik anak-anak-Nya dengan menggunakan penyakit, wabah, kecelakaan, dan tragedy (DTR, hal.60-61)”; “Marilah kita mulai mengharapkan yang baik dari Tuhan. Tolaklah apa pun yang bahkan secara halus mengesankan bahwa Tuhan marah kepada Anda, dan akan mendisiplinkan anda dengan penyakit dan kecelakaan jika anda gagal! (DTR, hal.67)”.


B.Pembahasan “Radical Grace” adalah “Hyper Grace.”Apa yang diajarkan oleh “radical grace” adalah “hyper grace,” dianggap sebagai “hiper grace” karena ajaran kasih karunia yang radikal ini melampaui, melebihi, bahkan bertentangan dengan apa yang dikatakan dan diajarkan Alkitab. Berikut ini beberapa pengoreksian dari ketidakbenaran dari apa yang diajarkan oleh “radical grace “:


1.”Radikal grace” mencampur - adukan antara keselamatan dan hidup dalam keselamatan.Secara esensi ada perbedaan antara keselamatan dan hidup di dalam keselamatan. Di dalam Efesus 2:8 dikatakan,” Sebab karena kasih karunia kamu diselamatkan oleh iman; itu bukan hasil usahamu, tetapi pemberian Allah, kemudian Filipi 2:12 : “ Hai saudara-saudaraku yang kekasih, kamu senantiasa taat; karena itu tetaplah kerjakan keselamatanmu dengan takut dan gentar, ……..”


Kejatuhan Adam dan Hawa dalam dosa, membuat manusia dengan dirinya sendiri, upayanya sendiri tidak bisa selamat, hanya oleh anugerah yang diberikan Allah melalui kematian Kristus di kayu salib maka manusia bisa selamat.Manusia yang berdosa ditebus dan dibenarkan, hal ini biasa disebut proses pembenaran (Justification).Pada saat inilah orang yang ditebus dari dosa itu memiliki status sebagai orang yang dibenarkan atau orang percaya.


Status ini memang bersifat ditebus dan dibenarkan dari dosa keturunan, masa lalu, masa sekarang dan akan datang. Namun, memiliki status sebagai orang yang dibenarkan bukan berarti kehilangan kebebasan pribadi sebagai manusia yang bertanggung-jawab.


Setelah melalui proses ”justification” orang percaya pada saat yang sama dan ke depannya, menjalani proses pemurnian atau pengukudusan (sanctification). Proses ini terjadi di dalam kehidupan orang percaya atau hidup di dalam keselamatan. Sebagai gambar dan rupa Allah orang percaya terus disempurnakan dan dimurnikan semakin lama-semakin memiliki sifat dan karakter seperti Kristus.Pada proses pengudusan di dalam mengerjakan keselamatan ini, orang percaya melibatkan tanggungjawabnya sebagai manusia yang memiliki kehendak bebas.


DI DALAM KESELAMATAN : Di sinilah peran kasih karunia itu berbeda. Kalau di dalam keselamatan kasih karunia diberikan bukan karena perbuatan baik manusia.

DI DALAM KEHIDUPAN KESELAMATAN : orang percaya terus meminta kasih karunia Allah agar tetap hidup sebagai orang percaya. Bukan lagi untuk menebus dosa keturunan, tetapi bagaimana terus hidup dalam kasih karunia keselamatan.


Hidup sebagai umat Allah terjadi proses interaksi,komunikasi, dan persekutuan lewat kehadiran Allah dalam hidup orang percaya yaitu melalui ibadah, mendengarkan Firman Tuhan, dan relasi pribadi dengan Allah melalui doa-doa pribadi. Di dalam hubungan inilah dengan sikap hormat dan takut dalam iman percaya kepada Tuhan, Allah melalui Roh Kudus bekerja dalam kehidupan orang percaya.


Pekerjaan Roh Kudus dalam kehidupan orang percaya meliputi : Memimpin ke dalam seluruh kebenaran (Yoh.16:13). Membawa ke dalam seluruh kebenaran bukan berarti hanya mengingatkan bahwa orang percaya secara status sudah benar, sehingga secara otomatis tanpa minta ampun sudah benar, tetapi termasuk di dalamnya mengingatkan kalau kita tanpa sadar atau dengan kesadaran telah berbuat dosa. Roh Kudus bekerja di dalam diri orang percaya.


Secara menyeluruh di dalam hubungan Allah dengan orang percaya dalam kehidupan keselamatan sebagai proses pengudusan, karya Roh Kudus dan tanggung jawab orang percaya meliputi antara lain : Penolong yang menyertai (Yohanes 14:16), berdiam di dalam hati orang percaya (Roma 8:9; 1 Korintus 6:19, 2; 12:13), mengingatkan manusia kepada semua yang Yesus pernah katakan dan ajarkan (Yohanes 15:26; 1 Korintus 12:3) dan masih banyak lagi lainnya.


Pada prinsipnya, ketiga Pribadi Tritunggal (Allah Bapa, Allah Anak dan Allah Roh Kudus) akan bekerja bagaimana orang percaya hidup sesuai dengan kehendak-Nya, termasuk di dalamnya menegur, menasehati, mengajar, bahkan kadangkala mengijinkan masalah terjadi supaya kita percaya dan kembali kepada Allah.


Sedangkan tanggung-jawab orang percaya adalah meresponi kasih karunia Allah di dalam keselamatan dengan melakukan apa yang manusia bisa lakukan. Di seluruh Alkitab di dalam PL dan PB kita menemukan kata dan kalimat yang berisi larangan, ajuran, teguran, nasehat, peringatan dan lain-lain yang menunjukkan supaya kita menjalani dan melakukan segala sesuatu di dalam hidup ini sebagai orang percaya. Bahkan di dalam kebebasannya orang percaya juga bisa hidup menurut kedagingan, melawan Allah dan menghujat Roh Kudus.


Pada prinsipnya di dalam kehidupan menjalankan keselamatan sebagai proses pemurnian, kita terus meminta kasih karunia Allah agar tetap ada di dalam kehendak-Nya, dengan diberi kekuatan dan hikmat Allah dalam menjalankan Firman Tuhan.Hal lain yang perlu dipahami dari ajaran “radical grace” sebagai ‘hyper grace” adalah meskipun memang kasih karunia keselamatan berdampak pada kehidupan orang percaya, namun tidak pada tempatnya menyeret pesan Alkitab tidak sesuai dengan konteks dan tujuannya.


Hal ini menimbulkan kebingunan dan tidak utuh, bahkan kesalahan fatal. “Radical grace” mengajarkan Tuhan ingin kita berhenti berusaha mengupayakan keberhasilan, dan mulai menerima kemurahan berkat-berkat dan kesembuhan yang Yesus capai di kayu salib.


Saat Ia digantung pada kayu salip sekitar 2.000 tahun yang lalu. Ia berseru dengan suara nyaring, Sudah selesai ! Segala sesuatu yang anda dan saya perlu untuk berkuasa dalam hidup kita sudah dicapai Yesus di kayu salib demi kita. Itulah sebabnya mengapa kita menyebut apa yang Yesus lakukan dikayu salib “ Karya-Nya yang Sempurna !” Ia menyelesaikannya. Ia melengkapinya. Itu sudah diselesaikan !(DTR, hal.5).


Memang benar bahwa segala berkat kita datangnya dari Tuhan dan itu merupakan kasih karunia, tetapi pesan salib yang utama adalah untuk keselamatan itu sendiri, bukan untuk hal praktis dalam kehidupan orang percaya. Keselamatan tidak ada kontribusi manusia, sedangkan mencapai keberhasilan, dan berkat-berkat-Nya kita harus beriman dan bekerja. Sudah selesai itu berbicara esensi yaitu keselamatan, dosamu sudah dibayar lunas.


2.Kasih karunia bukan pribadi. Kasih karunia adalah bagian dari sifat Allah, bukan pribadi atau Tuhan Yesus sendiri. Tuhan Yesus bisa dikatakan wujud atau ungkapan dari kasih karunia Allah untuk menebus dosa manusia. Ciri-ciri dari pribadi diantaranya memiliki pengetahuan,perasaan, bisa berbicara atau berkomunikasi, kasih karunia tidak bisa seperti itu.


Alkitab tidak pernah sama sekali menunjukkan secara tertulis atau pun tidak tertulis bahwa kasih karunia itu pribadi. Alkitab tidak pernah mengajarkan untuk menyembah, memuji dan meninggikan kasih karunia. Kalau mempercayai kasih karunia untuk keselamatan dan hidup di dalam kasih karunia itu semua tidak terlepas sebagai kasih karunia Allah Tritunggal. Allah Tritunggal-lah sebagai pribadi yang kita sembah dan percayai yang memberikan kasih karunia-Nya kepada setiap orang yang percaya kepadanya.


3.Kasih karunia itu dimulai ketika Kristus datang ke dunia.Ketika Kristus datang ke dalam dunia dan mengajarkan kebenaran, sesungguhnya Tuhan sudah memberikan kasih karunia keselamatan. Siapa yang percaya kepada-Nya mereka akan diselamatkan, mereka diselamatkan bukan karena perbuatan baik mereka tetapi karena mereka percaya. Dia berkuasa mengampuni dosa (Mrk 2:10). Karena imannya orang lumpuh diampuni dosanya (Mat_9:2). Karena imannya salah satu penjahat yang disalib bersama Yesus diselamatkan (Luk 23:43). Semua terjadi sebelum peristiwa salib.


Salib sendiri merupakan peristiwa demonstrasi kasih Allah kepada manusia, bahwa Anak Domba harus mati menumpahkan darah-Nya bagi penebusan dosa manusia. Pada saat Tuhan Yesus disalib maka penggenapan Perjanjian Lama terjadi. Segala bentuk ritual, kehidupan agamawi dan masa hukum Taurat diganti dengan era baru dengan zaman kasih karunia. Melalui salib, Tuhan menyelesaikan pekerjaan-Nya di bumi dan memproklamirkan kemenangan Kristus atas dosa dan kuasa iblis.


4. Alkitab Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru adalah Firman Tuhan.Alkitab menyatakan dengan jelas di dalam 2 Timotius 3:15-16 “ Ingatlah juga bahwa dari kecil engkau sudah mengenal Kitab Suci yang dapat memberi hikmat kepadamu dan menuntun engkau kepada keselamatan oleh iman kepada Kristus Yesus. Segala tulisan yang diilhamkan Allah memang bermanfaat untuk mengajar, untuk menyatakan kesalahan, untuk memperbaiki kelakuan dan untuk mendidik orang dalam kebenaran”. Bahwa semua yang tertulis di dalam Kitab Suci merupakan ilham Allah, sehinga mulai dari Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru adalah Firman Allah.


Memisahkan Firman Tuhan dengan Firman Kristus, menunjukkan ketidak- pahaman tentang Firman Tuhan dan suatu bentuk penyimpangan. Memang benar bahwa seluruh isi Alkitab dari Kejadian sampai Wahyu harus dilihat dalam terang kasih karunia Kristus, namun bahwa semua yang kita lakukan tidak menyelamatkan kita, karena kita diselamatkan oleh anugerah Allah. Bahwa hidup kita harus terus di dalam kasih karunia Allah, yaitu di dalam terang Firman Allah.


5.Baik tidak selalu enak dan nyaman.Berpikir positif baik, tetapi yang tidak baik bukan berarti tidak positif. Berpikir bahwa Allah itu baik maka yang keluar dari yang baik itu tidak selalu yang enak. Orang minum jamu, disuntik, menjalankan segala bentuk terapi, dididik, dilatih itu semua tidak enak, tetapi itu semua positif dan baik karena menghasilkan sesuatu yang baik.


Begitu juga yang terjadi dalam karya kasih karunia Kristus, begitu juga yang terjadi bagi orang percaya dalam mengikut Kristus. Menjalankan Firman Tuhan itu tidak selalu enak, memberitakan Firman Tuhan itu tidak selalu enak, menjadi orang Kristen itu tidak selalu enak. Murid-murid Tuhan Yesus banyak yang harus jadi martir.


Tuhan juga mengijinkan pencobaan-pencobaan supaya kita tahan uji, iman kita menjadi murni, dan lain-lain. Yak 1:12 “Berbahagialah orang yang bertahan dalam pencobaan, sebab apabila ia sudah tahan uji, ia akan menerima mahkota kehidupan yang dijanjikan Allah kepada barangsiapa yang mengasihi Dia”.


Mengikut Kristus bukan enak tidak enak, tetapi apakah semuanya sesuai dengan kehendak-Nya, sesuai dengan kasih karunia-Nya. Matius 16:24 Lalu Yesus berkata kepada murid-murid-Nya: "Setiap orang yang mau mengikut Aku, ia harus menyangkal dirinya, memikul salibnya dan mengikut Aku.


RADICAL GRACE BUKAN CALVINIS DAN SEBALIKNYA. Ada kecenderungan menghubungkan ajaran “Radical Grace” dengan pemahaman Calvinis. Perlu digaris-bawahi bahwa dua ajaran ini sangat berbeda, tidak sama dan tidak berhubungan. Pemikiran dasar yang melatar belakangi, metode penafsiran, melihat Alkitab dan teologi yang dibangun juga sangat berbeda. Jadi “Radical Grace” bukan bagian dari Calvinis demikian juga sebaliknya. [Pdt.Nicodemus Yuliastomo. M.Th - Gembala GBI HOPE Makassar – Sulawesi Selatan].